Jumat, Januari 06, 2012

Mencegah dan Mengatasi virus dengan XP-Live

Bagi pengguna windows, virus sesuatu yang membuat kepala jadi pusing. Ulahnya kadang aneh-aneh. Kadang merubah file, meng-hidden folder, menghapus isi hardisk, dan lain-lain. Bahkan ada yang sangggup membunuh Bios. 
Berikut, cara mencegah virus yang biasa saya lakukan. Misalnya:

Back up secara berkala
Harddisk ekternal menjadi tempat yang paling cocok untuk menyimpan data-data kesayangan kamu. Nah, jika file tergolong kecil, dapat di simpan pada situs sejenis Picasa Web Album (gambar) atau Docstoc (dokument). File sharing seperti uploading.com, RapidShare, Ziddu, juga jadi tempat yang cocok, jika kamu memiliki akun premium.    
 Pasang DeepFreeze
Software untuk membekukan partisi, sehingga directory tidak akan terkena virus. Segala perubahan, jika DeepFreze masih terpasang, akan dianggap tidak ada. Software ini juga biasa dipakai warnet-warnet. Sejenis dengan ini, yaitu “ShadowDefender.” 
Update anti virus
Anti virus “yang paling canggih” adalah “yang paling ter-update.” Luangkan juga waktu tiap minggu untuk men-scan.
Kunci dengan ExeLockdown
Software yang mampu menghalau file eksekusi (*.exe, *.inf, *.msi) jika partisi tertentu dikunci. Bedanya dengan DeepFreeze, pada ExeLockdown masih dapat dihapus. 
Pasang Firewall
Jika PC kamu terhubung dengan internet, ada baiknya software firewall juga dipasang. Comodo firewall atau BlackIce, lumayan bagus untuk menghalau iklan dan virus-virus dari internet.

BackUp Darurat? Kondisi Windows sudah parah total. Saya menggunakan XP-Live untuk mengatasi. Windows cadangan yang bisa dijalankan dengan Live-CD. Setelah masuk, gunakan fitur sejenis dengan windows eksplorer. Data antar partisi, juga bisa pindah ke flash, karena flash bisa terbaca dengan software tersebut. 

Mengatasi virus. Ada yang lebih setuju dengan cara install ulang.. Bersih 100%? Pasti tidak... Anda dapat melakukan beberapa langkah sebelum install ulang. Misalnya dengan menghapus folder “system restore” dan “recycle” yang biasa ter-hidden. Dua tempat tadi, menjadi tempat sembunyi virus. Jadi install ulang, bukan solusi yang akurat. 

Selain fitur backup, ada juga fitur sebagai berikut; recovery, hardisk repair, dll. Kalo kamu tau Hiren Live CD, mungkin XP-Live adalah tandingan yang tepat.  

Senin, Desember 19, 2011

USB Disk Security Download

USB disk security software yang memberikan perlindungan terhadap serangan virus. Terutama, jika virus yang dimaksud berasal dari USB flash. Boleh dibilang, software ini sebagai anti virus flashdisk, meskipun fungsi utamanya hanya mencegah penularan virus pada flashdisk saja. Karena ancaman virus yang datang, dilawan dengan melakukan pemblokiran fungsi "autorun.inf". Pemblokiran ini menjadi sangat penting tatkala "autorun.inf" kerap kali menjadi "kendaraan" virus untuk menginfeksi komputer. Terlebih jika resident shield yang bersifat pelindung pada Anti virus AVG Anda tidak aktif diikarenakan penggunaan serial number bajakan atau belum di update. Dengan demikian, pengguna flashdisk harus memiliki software ini. 

Software hasil kreatifitas http://www.zbshareware.com ini telah mendapat banyak penghargaan. Setidaknya karena mendukung sistem operasi windows XP, termasuk windows vista, 24 penghargaan diberikan kepadanya. Selain itu, karena sedikitnya Ram (memory komputer) yang dibebankan untuk menjalankan, USB Disk Security terasa ringan. Dari itu, ada baiknya selain menginstal Anvirus lain, software ini dapat dijadikan sandingan.

Jika dilihat dari segi interface (tampilan) software ini cukup menawan, karena bentuknya simple dan mudah digunakan. Salah satu fitur yang ada pada bagian menu USB tools ini adalah "Acquire immunity". Bagian ini berfungsi menghalangi masuknya malicious program atau threat yang berjalan secara Autorun (otomatis), dan terkadang tidak disadari pemiliknya. Jika anda mengklik "Acquire immunity", maka program pencegahan yang dilakukan ini akan menanam folder baru dengan direktori name autorun.inf, pada setiap partisi hardisk. 

Bukan hanya itu, flashdisk yang anda gunakan juga akan di-suntik (Acquire immunity) sebagai "imunisasi" agar flashdisk Anda tetap "sehat", bebas dari ancaman virus. Jadi jika Anda tidak perlu bingung, jika karena terdapat folder baru tidak dikenal setelah meng-immunity.

Selain fungsi "imunisasi", dalam artikel berikut, akan diberikan fungsi lain dari fitur yang ada pada USB Disk Security. Tapi ingat, semua fungsi yang akan dijelaskan, tidak akan bekerja, jika Anda tidak mendapatkan serial number dari software ini. Meskipun dalam Lab kami sudah mendapatkan serial number, Saya tidak akan menuliskannya dalam artikel ini. Karena Saya sudah merasakan bagaimana susahnya membuat software dan merasakan ketidak ikhlas-an jika dibajak begitu saja.

Kembali ke soal fitur USB Disk Security. Penjelasan singkat dari fitur software pencegah virus yang dimaksud, sebagai berikut ini:

  • Information: berisi versi software yang Anda pakai, status lisensi, status resident shield, serta informasi lain yang diperlukan. Sebut saja tombol "Help" yang membantu Anda menggunakan software ini.
  • USB Shield: berisi informasi apakah terdapat threat dengan memperiihatkan status. Sebut saja "risky", artinya threat yang dimaksud berbahaya. Fungsi ini akan berjalan secara otomatis, ketika Anda mulai memasukkan flashdisk Anda kedalam komputer. Tentunya posisi resident shield harus tetap aktif, jika fungsi pelindung ini tetap diinginkan.
  • USB Scan: fungsi scan untuk memerika flashdisk Anda secara manual. Barang kali virus dapat lolos dari USB Shield. Jika boleh dikatakan, USB Scan adalah tameng pelindung kedua dari serangan threat. Perlu diketahui, fungsi tombol "scan" dalam software ini, hanya mencari sekitar flashdisk. Pada partisi lain dalam hardisk tentu saja hanya dapat dilakukan dengan Anti-Virus lain yang lazim digunakan.
  • MemoryShield: fitur ini akan memberikan apakah threat sudah masuk kedalam RAM (memory komputer). Dengan cepat informasi ini diberikan guna membunuh threat yang dicurigai. Anda dapat menhapus threat yang dimaksud secara manual dengan tombol "delete".
  • Quarantine: bisa dikatakan fungsi ini berfungsi sebagai "penjara" sementara bagi threat yang telah tertangkap. Barangkali threat yang telah terinfeksi tersebut penting buat Anda, silahkan tekan "restore" untuk mengembalikan file yang telah tertangkap.
  • USB Tools: berisi fitur untuk imunisasi terhadap flashdisk dan hardisk. Jika tidak menginginkan fungsi ini melindungi Anda, silahkan tekan cancel untuk membatalkan. Selain itu, ada fungsi "safety removable" untuk mencabut flashdisk. Jika fungsi ini tidak dapat bekerja, silahkan tutup semua jendela windows Anda dan lakukan safety kembali.
  • Repair System: ada kalanya virus menyerang sistem registry dari windows Anda. Jika begitu, gunakan "Repair Registry" untuk memperbaikinya. Jika sampah registry tersebut tidak diperlukan, silahkan klik tombol "disk cleanup" untuk membersihkan sampah registry.
  • AutoStart: terakhir dari fungsi ini adalah memeriksa file yang berjalan dalam registry ketika window pertama kali mucul. Anda dapat menghapus beberapa file yang tidak dikenal. Tapi ingat, periksa baik-baik file tersebut dengan teliti sebelum menghapus. Jika Anda ragu, abaikan saja fungsi ini.
Sekarang waktunya Anda mencoba ketangguhan software ini. Setidaknya mencegah virus lebih baik dari pada mengobati. Kecuali jika Anda memliki hoby mengoleksi berbagai virus, abaikan saja semua artikel ini. Di bawah ini saya akan belikan link untuk mendownload USB Disk Security versi terbaru). Jika Anda mengalami kesulitan, silahkan tanyakan dengan mengisi pada bagian komentar. Dengan senang hati Saya akan membantu Anda. Silahkan mencoba.

Download Link 1 --> USB.Disk.Security.v6.1.0.432 + Key (Mega Upload)

Download Link 2 --> USB Disk Security

Selasa, Desember 13, 2011

Adobe Flash Player - Update Overview

Sekilas Tentang  Adobe® Flash® Player

Adobe® Flash® Player adalah cross-platform browser berbasis aplikasi runtime, yang memberikan tampilan aplikasi ekspresif (streaming) pada; konten, tampilan (screen) video dan browser.

Salah satu keunggulan flash player, adalah tampilan yang dapat maksimum, namun hanya membutuhkan "power" yang sedikit. Pada game-game berbasis streaming--misalnya Zinga pada facebook, flash sangat dibutuhkan untuk meningkatkan performa tanpa membuang bandwith yang terlalu besar. Sedangkan Flash Player pada layar mobile untuk pengoptimalan performa penggunaan yang lebih kaya dan lebih mendalam, dengan space data yang lebih sedikit.

Ada perbedaan antara Flash Player (*.flv) dengan Shockwave Player (*.swf). Dari penjelasan pihak Adobe® Corp, Flash Player menampilkan konten seperti; web aplikasi, periklanan online, animasi dengan menggunakan Flex. Pada masa yang lalu, untuk membuat flash, dapat menggunakan Macromedia Flash Player (FX, 2004). Sedangkan tampilan Shockwave dibuat menggunakan Adobe Director® Software, atau pada masa lalu dengan  Macromedia Shockwave. Tentu saja hasilnya aplikasi high-end seperti; game multi-user tingkat tinggi, simulasi 3D, aplikasi pelatihan, serta entertaiment online.

Pada aplikasi windows sendiri, Flash Player yang digunakan harus sesuai antara OS dan Browser. Misalnya, Windows 7 menggunakan Mozilla Firefox, tentu berbeda dengan Internet Explorer 8, pada instalasi Flash Player. So, jangan keliru memilih flash mana yang cocok untuk browser kamu.




Sumber Adobe® Flash® Player (14/12/12), menyebutkan, penggunaan miminum Adobe Flash Player 11 pada browser sebagai berikut; Internet Explorer 7.0 ke atas, Mozilla Firefox Versi 4.0 ke atas, Google Chrome dan Safari Versi 5.0 ke atas, serta Opera 11. Ada pun secara umum, Adobe Flash Player 11 sudah support beberapa OS, diantaranya; Windows, linux, solaris dan Macintosh.



OS Browser Version
Windows
Internet Explorer (and other browsers that support Internet Explorer ActiveX controls and plug-ins)11.1.102.55
Firefox, Mozilla, Netscape, Opera (and other plugin-based browsers)11.1.102.55
Chrome11.1.102.55
Macintosh - OS XFirefox, Opera, Safari11.1.102.55
Chrome11.1.102.55
LinuxMozilla, Firefox, SeaMonkey 11.1.102.55
Chrome11.1.102.55
SolarisMozilla11.1.102.56


   Download




Link Exchange

Tukeran Link?

Send email to zaman_suka [at] yahoo.com. Format : Judul Web [spasi] Nama Web [spasi] nama Url.