Jumat, Januari 06, 2012

Mencegah dan Mengatasi virus dengan XP-Live

Bagi pengguna windows, virus sesuatu yang membuat kepala jadi pusing. Ulahnya kadang aneh-aneh. Kadang merubah file, meng-hidden folder, menghapus isi hardisk, dan lain-lain. Bahkan ada yang sangggup membunuh Bios. 
Berikut, cara mencegah virus yang biasa saya lakukan. Misalnya:

Back up secara berkala
Harddisk ekternal menjadi tempat yang paling cocok untuk menyimpan data-data kesayangan kamu. Nah, jika file tergolong kecil, dapat di simpan pada situs sejenis Picasa Web Album (gambar) atau Docstoc (dokument). File sharing seperti uploading.com, RapidShare, Ziddu, juga jadi tempat yang cocok, jika kamu memiliki akun premium.    
 Pasang DeepFreeze
Software untuk membekukan partisi, sehingga directory tidak akan terkena virus. Segala perubahan, jika DeepFreze masih terpasang, akan dianggap tidak ada. Software ini juga biasa dipakai warnet-warnet. Sejenis dengan ini, yaitu “ShadowDefender.” 
Update anti virus
Anti virus “yang paling canggih” adalah “yang paling ter-update.” Luangkan juga waktu tiap minggu untuk men-scan.
Kunci dengan ExeLockdown
Software yang mampu menghalau file eksekusi (*.exe, *.inf, *.msi) jika partisi tertentu dikunci. Bedanya dengan DeepFreeze, pada ExeLockdown masih dapat dihapus. 
Pasang Firewall
Jika PC kamu terhubung dengan internet, ada baiknya software firewall juga dipasang. Comodo firewall atau BlackIce, lumayan bagus untuk menghalau iklan dan virus-virus dari internet.

BackUp Darurat? Kondisi Windows sudah parah total. Saya menggunakan XP-Live untuk mengatasi. Windows cadangan yang bisa dijalankan dengan Live-CD. Setelah masuk, gunakan fitur sejenis dengan windows eksplorer. Data antar partisi, juga bisa pindah ke flash, karena flash bisa terbaca dengan software tersebut. 

Mengatasi virus. Ada yang lebih setuju dengan cara install ulang.. Bersih 100%? Pasti tidak... Anda dapat melakukan beberapa langkah sebelum install ulang. Misalnya dengan menghapus folder “system restore” dan “recycle” yang biasa ter-hidden. Dua tempat tadi, menjadi tempat sembunyi virus. Jadi install ulang, bukan solusi yang akurat. 

Selain fitur backup, ada juga fitur sebagai berikut; recovery, hardisk repair, dll. Kalo kamu tau Hiren Live CD, mungkin XP-Live adalah tandingan yang tepat.  

Senin, Desember 19, 2011

USB Disk Security Download

USB disk security software yang memberikan perlindungan terhadap serangan virus. Terutama, jika virus yang dimaksud berasal dari USB flash. Boleh dibilang, software ini sebagai anti virus flashdisk, meskipun fungsi utamanya hanya mencegah penularan virus pada flashdisk saja. Karena ancaman virus yang datang, dilawan dengan melakukan pemblokiran fungsi "autorun.inf". Pemblokiran ini menjadi sangat penting tatkala "autorun.inf" kerap kali menjadi "kendaraan" virus untuk menginfeksi komputer. Terlebih jika resident shield yang bersifat pelindung pada Anti virus AVG Anda tidak aktif diikarenakan penggunaan serial number bajakan atau belum di update. Dengan demikian, pengguna flashdisk harus memiliki software ini. 

Software hasil kreatifitas http://www.zbshareware.com ini telah mendapat banyak penghargaan. Setidaknya karena mendukung sistem operasi windows XP, termasuk windows vista, 24 penghargaan diberikan kepadanya. Selain itu, karena sedikitnya Ram (memory komputer) yang dibebankan untuk menjalankan, USB Disk Security terasa ringan. Dari itu, ada baiknya selain menginstal Anvirus lain, software ini dapat dijadikan sandingan.

Jika dilihat dari segi interface (tampilan) software ini cukup menawan, karena bentuknya simple dan mudah digunakan. Salah satu fitur yang ada pada bagian menu USB tools ini adalah "Acquire immunity". Bagian ini berfungsi menghalangi masuknya malicious program atau threat yang berjalan secara Autorun (otomatis), dan terkadang tidak disadari pemiliknya. Jika anda mengklik "Acquire immunity", maka program pencegahan yang dilakukan ini akan menanam folder baru dengan direktori name autorun.inf, pada setiap partisi hardisk. 

Bukan hanya itu, flashdisk yang anda gunakan juga akan di-suntik (Acquire immunity) sebagai "imunisasi" agar flashdisk Anda tetap "sehat", bebas dari ancaman virus. Jadi jika Anda tidak perlu bingung, jika karena terdapat folder baru tidak dikenal setelah meng-immunity.

Selain fungsi "imunisasi", dalam artikel berikut, akan diberikan fungsi lain dari fitur yang ada pada USB Disk Security. Tapi ingat, semua fungsi yang akan dijelaskan, tidak akan bekerja, jika Anda tidak mendapatkan serial number dari software ini. Meskipun dalam Lab kami sudah mendapatkan serial number, Saya tidak akan menuliskannya dalam artikel ini. Karena Saya sudah merasakan bagaimana susahnya membuat software dan merasakan ketidak ikhlas-an jika dibajak begitu saja.

Kembali ke soal fitur USB Disk Security. Penjelasan singkat dari fitur software pencegah virus yang dimaksud, sebagai berikut ini:

  • Information: berisi versi software yang Anda pakai, status lisensi, status resident shield, serta informasi lain yang diperlukan. Sebut saja tombol "Help" yang membantu Anda menggunakan software ini.
  • USB Shield: berisi informasi apakah terdapat threat dengan memperiihatkan status. Sebut saja "risky", artinya threat yang dimaksud berbahaya. Fungsi ini akan berjalan secara otomatis, ketika Anda mulai memasukkan flashdisk Anda kedalam komputer. Tentunya posisi resident shield harus tetap aktif, jika fungsi pelindung ini tetap diinginkan.
  • USB Scan: fungsi scan untuk memerika flashdisk Anda secara manual. Barang kali virus dapat lolos dari USB Shield. Jika boleh dikatakan, USB Scan adalah tameng pelindung kedua dari serangan threat. Perlu diketahui, fungsi tombol "scan" dalam software ini, hanya mencari sekitar flashdisk. Pada partisi lain dalam hardisk tentu saja hanya dapat dilakukan dengan Anti-Virus lain yang lazim digunakan.
  • MemoryShield: fitur ini akan memberikan apakah threat sudah masuk kedalam RAM (memory komputer). Dengan cepat informasi ini diberikan guna membunuh threat yang dicurigai. Anda dapat menhapus threat yang dimaksud secara manual dengan tombol "delete".
  • Quarantine: bisa dikatakan fungsi ini berfungsi sebagai "penjara" sementara bagi threat yang telah tertangkap. Barangkali threat yang telah terinfeksi tersebut penting buat Anda, silahkan tekan "restore" untuk mengembalikan file yang telah tertangkap.
  • USB Tools: berisi fitur untuk imunisasi terhadap flashdisk dan hardisk. Jika tidak menginginkan fungsi ini melindungi Anda, silahkan tekan cancel untuk membatalkan. Selain itu, ada fungsi "safety removable" untuk mencabut flashdisk. Jika fungsi ini tidak dapat bekerja, silahkan tutup semua jendela windows Anda dan lakukan safety kembali.
  • Repair System: ada kalanya virus menyerang sistem registry dari windows Anda. Jika begitu, gunakan "Repair Registry" untuk memperbaikinya. Jika sampah registry tersebut tidak diperlukan, silahkan klik tombol "disk cleanup" untuk membersihkan sampah registry.
  • AutoStart: terakhir dari fungsi ini adalah memeriksa file yang berjalan dalam registry ketika window pertama kali mucul. Anda dapat menghapus beberapa file yang tidak dikenal. Tapi ingat, periksa baik-baik file tersebut dengan teliti sebelum menghapus. Jika Anda ragu, abaikan saja fungsi ini.
Sekarang waktunya Anda mencoba ketangguhan software ini. Setidaknya mencegah virus lebih baik dari pada mengobati. Kecuali jika Anda memliki hoby mengoleksi berbagai virus, abaikan saja semua artikel ini. Di bawah ini saya akan belikan link untuk mendownload USB Disk Security versi terbaru). Jika Anda mengalami kesulitan, silahkan tanyakan dengan mengisi pada bagian komentar. Dengan senang hati Saya akan membantu Anda. Silahkan mencoba.

Download Link 1 --> USB.Disk.Security.v6.1.0.432 + Key (Mega Upload)

Download Link 2 --> USB Disk Security

Selasa, Desember 13, 2011

Adobe Flash Player - Update Overview

Sekilas Tentang  Adobe® Flash® Player

Adobe® Flash® Player adalah cross-platform browser berbasis aplikasi runtime, yang memberikan tampilan aplikasi ekspresif (streaming) pada; konten, tampilan (screen) video dan browser.

Salah satu keunggulan flash player, adalah tampilan yang dapat maksimum, namun hanya membutuhkan "power" yang sedikit. Pada game-game berbasis streaming--misalnya Zinga pada facebook, flash sangat dibutuhkan untuk meningkatkan performa tanpa membuang bandwith yang terlalu besar. Sedangkan Flash Player pada layar mobile untuk pengoptimalan performa penggunaan yang lebih kaya dan lebih mendalam, dengan space data yang lebih sedikit.

Ada perbedaan antara Flash Player (*.flv) dengan Shockwave Player (*.swf). Dari penjelasan pihak Adobe® Corp, Flash Player menampilkan konten seperti; web aplikasi, periklanan online, animasi dengan menggunakan Flex. Pada masa yang lalu, untuk membuat flash, dapat menggunakan Macromedia Flash Player (FX, 2004). Sedangkan tampilan Shockwave dibuat menggunakan Adobe Director® Software, atau pada masa lalu dengan  Macromedia Shockwave. Tentu saja hasilnya aplikasi high-end seperti; game multi-user tingkat tinggi, simulasi 3D, aplikasi pelatihan, serta entertaiment online.

Pada aplikasi windows sendiri, Flash Player yang digunakan harus sesuai antara OS dan Browser. Misalnya, Windows 7 menggunakan Mozilla Firefox, tentu berbeda dengan Internet Explorer 8, pada instalasi Flash Player. So, jangan keliru memilih flash mana yang cocok untuk browser kamu.




Sumber Adobe® Flash® Player (14/12/12), menyebutkan, penggunaan miminum Adobe Flash Player 11 pada browser sebagai berikut; Internet Explorer 7.0 ke atas, Mozilla Firefox Versi 4.0 ke atas, Google Chrome dan Safari Versi 5.0 ke atas, serta Opera 11. Ada pun secara umum, Adobe Flash Player 11 sudah support beberapa OS, diantaranya; Windows, linux, solaris dan Macintosh.



OS Browser Version
Windows
Internet Explorer (and other browsers that support Internet Explorer ActiveX controls and plug-ins)11.1.102.55
Firefox, Mozilla, Netscape, Opera (and other plugin-based browsers)11.1.102.55
Chrome11.1.102.55
Macintosh - OS XFirefox, Opera, Safari11.1.102.55
Chrome11.1.102.55
LinuxMozilla, Firefox, SeaMonkey 11.1.102.55
Chrome11.1.102.55
SolarisMozilla11.1.102.56


   Download




Selasa, Desember 06, 2011

Review dan Cara Instalasi Modem Hp Smartfren E781A XSTRE@M EV-DO

Smartfren mengeluarkan hape sekaligus modem berbasir Evdo. Berikut ini saya berbagi tentang cara instalasi modem yang “kurang lazim” dari E781A XSTRE@M. Sebab, pada fitur modem selalu menyertai dengan software aplikasi pendukung, misalnya untuk membuka SMS, dial phone, APN setting, dll.
 
smartfren e781a

Nah, pada Smartfren E781A, hanya dilengkapi dengan driver saja. Memang, Instalasi driver hanya cukup plug and play saja. Namun setelah itu, banyak yang tidak paham, sehingga rekan-rekan mengira modemnya gagal, rusak—tidak bisa. 

Jika melihat pada buku panduan secara umum telah diulas tentang instalasi pada Window XP atau Windows 7. Di sana kita diajak untuk membuat koneksi baru secara manual. Pada tahap ini, kita baiknya mengikuti pengaduan tersebut hingga tuntas.
 
Untuk mendownload manual modem dari Smartfren silahkan pada link berikut :
link 1 Driver modem E781A dan Manual (complete)
Gambar menunjukkan posisi driver telah ter-install baik
Setelah semua driver telah terpasang, kita membuat koneksi baru secara manual, seperti panduan instalasi modem dari Smartfren. Selanjutnya, tinggal kita setting dari handphone saja. Masuk ke menu --> sambungan --> pengaturan USB --> [kabel data usb] --> mengisi saja. Jika profil dipilih “disk usb,” kebanyakan susah connect/dial. Akhirnya, kadang terpaksa hape harus di-restart dulu (off-on ulang).   

Ada pun user name dan password, buat saya tidak menjadi masalah. Kadang smart pass: smart, usr: Smartfren / m8 pass: Smartfren / m8, usr: wap pass: wap, usr: cdma pass: cdma, kadang juga cuma kosong aja. Buat saya, yang terpenting dial #777. Masalah DNS, saya bebas aja (kosong, default). Sudah coba ganti DNS, speed sama aja.  

Kalo dial-up berulang-ulang masih sukar, tinggal 2 kemungkinan aja gejalanya. Penyebab pertama, masalah sinyal atau koneksi. Jika Kita coba stand alone (tanpa hubungan ke PC) internet tetap lancar, maka pasti sebab kedua, ada virus yang mengganggu proses dial-up. 

alcatel e781a
Fitur Xstre@m E781A
Keunggulan : 
  • Fitur FB, Twitter, Nimbuzz (support)
  • Opera mini 6.0 (lumayan) 
  • Layar lebar. Puas.
  • SD card slot (support 8 GB)
  • Fitur pendukung ada (headseat, usb charge, dan konektor)
  • Layak disebut sebagai modem CMDA value
Kekurangan :
  • Kadang PC mudah hang. Windows explorer jadi ga stabil, jika koneksi tersambung.
  • Soal 12 GB free (mohon dipelajari, diperjelas). Isi 50 ribu free 1 GB?
  • Suara dan kamera standard
  • Memori data standard

Ingin mencoba? atau Lebih lanjut : http://www.smartfren.com/faq.html
 

Jumat, Agustus 19, 2011

Dialektika Perubahan Hukum (Antara Modernism dan Traditionalism)

Judul Buku : Aktualisasi Hukum Islam: Tekstual dan Kontekstual
Editor : Akhmad Mujahidin
Penerbit : PT. LKIS Pelangi Aksara, Yogyakarta
Cetakan : Pertama, 2007
Tebal : 268 Halaman

Arti Sebuah Perubahan 
Umar r.a dalam catatan sejarah, pernah tidak memberikan zakat kepada muallaf. Hal ini didasari bahwa keadaan muallaf pada saat itu, merupakan pilihan yang tegas. Umar r.a benar-benar ingin meyakinkan bahwa syahadat tidak berkaitan langsung dengan faktor ekonomi. Sedangkan pada masa Nabi, para muallaf  lebih solid dan tampak merasakan persaudaraan dengan diikutsertakan sebagai mustahiq. Perubahan ini tentunya juga harus disadari kepada kontekstual hukum. Tidak selamanya kontekstual atau progress hukum merupakan bagian dari liberalisasi terhadap hukum. Sebagai contoh misalnya, pemberian zakat terhadap yatim (anak). Yang dikatakan yatim, adalah seorang Muslim yang belum mencapai masa baligh, lalu hidup dibawah perlindungan wali, kemudian karena “kekurangan harta” hingga ia berhak digolongkan mustahiq. Dengan demikian potret anak yatim yang sudah baligh, lalu hidup dengan jaminan harta yang berlimpah, seyogyanya tidak lagi pantas untuk digolongkan mustahiq

Dua contoh di atas merupakan perubahan yang signifikan bagi progresses hukum. Namun demikian, secara faktual banyak tawaran perubahan hukum, tidak semata-mata mudah diterima bagi kalangan lokal. Sebagai contoh tawaran Fiqih Lintas Agama (FLA). Perubahan ini sejatinya membumikan konteks hukum Indonesia lebih maju dan berkembang, akan tetapi hanya “dipakai” buat kalangan mereka sendiri. Apa dan mengapa kejadian ini terus berulang? Mengapa tidak semudah itu tawaran dapat diterima langsung oleh masyarakat?

Wajah Perubahan; Sebuah Garis Dasar Trilogy
Dalam ranah hukum positif, bahwa qanun di Indonesia merupakan reformasi dari “hukum-hukum warisan” yang sudah ada sebelumnya. Dalam hal ini “warisan” yang dimaksud adalah sisa penjajahan Belanda. Belanda merupakan penjajah yang menempati Indonesia dengan kurun waktu hampir 3500 Tahun (3.5 Abad). Dengan begitu implikasi ini semakin terlihat adanya transformasi segala aspek, termasuk ranah hukum. Sebelum menjelaskan bagaimana pengaruh transformasi tersebut, ada baiknya perlu dipahami bahwa dampak psikologis terhadap penjajahan ini menyangkut tiga kelompok penting. Antara lain:

Pertama, dengan kekejaman penjajahan Belanda, ada para pribumi dengan sengaja bersekongkol untuk memusuhi pejuang lokal. Mereka lebih dikenal dengan sebutan antek. Para antek yang dimaksud, sering kali lebih terlihat mencari ‘muka’ di depan juragan, yang dalam hal ini Belanda. Kelompok kedua, adalah yang memusuhi para penjajah. Kelompok ini secara idealisme menentang penjajahan dan perbudakan. Mereka mengangkat senjata tradisional melalui persenjataan seadanya. Dari senjata bambu runcing dan senjata rampasan. Sejarah mencatat, kelompok ini terdiri dari kaum ulama dan para tentara—kini disebut dengan TNI. Bukan hanya itu, kelompok lain seperti pejuang-pejuang Non-Muslim juga turut andil dalam meraih kemerdekaan. Kelompok berikutnya, adalah kelompok individualistik. Kelompok dalam kategori ini tidak ikut berjuang, namun sama membenci kependudukan Belanda di tanah air. Dikatakan individualistic, karena mereka lebih memilih berdamai dengan keadaan. Contoh nyata dari kehadiran kelompok ini, adalah etnis Tionghoa. Etnis tersebut tidak mau campur-tangan terhadap perjuangan. Namun kerap kali menjadi sasaran penganiayaan dari kedua kelompok, baik penjajah maupun pejuang. 

Pemetaan ini ternyata juga menjadi cikal-bakal sebuah fenomena pejuang-penjajah. Di Irak misalnya, ada kelompok pejuang yang bernaung dibawah al-Anshar al-Islam, Al-Qaeda, dan lain-lain. Lalu ada sipil yang tidak bersenjata, berikutnya para agresor Amerika, NATO dan lain-lain. Dalam ranah politik lokal, juga terlihat garis yang nyata antara Pemerintah dan pro-pemerintah, oposan (oposisi), dan masyarakat awan.

Dengan demikian trilogy pemetaan tersebut juga dapat merambah kepada bahasan dalam problematika perubahan hukum. Ada pihak yang mempertahankan “status quo” dengan terus menjaga nilai tradisonalisme, ada juga dibawah bendera modernisme dalam hal ini kaum liberal. Terakhir umat yang lebih terlihat menjadi “obyek.” Meski kesamaan trilogy ini bukan berarti kaum moderat dapat digaris dengan sederhana; modernism-liberal-pejuang, atau dengan sebaliknya. Dengan begitu, penekanan hanya berpijak garis trilogy dalam hukum, bersifat alamiah.                                             

Pembaruan; Antara Modernism dengan Traditionalism  
Muhammad Abduh dan Jamaludin al-Afghani dianggap sebagai dua sosok perubahan struktural pembaruan hukum Islam. Ide-ide mereka awalnya ditolak karena dianggap baru, aneh. Bahkan tidak sesuai dalam kerangka “syar’i.” Contoh lain pembaruan yang dilakukan oleh Syech Ibn `Abdullah ibn `Abdul al-Wahhab, yang lebih dikenal dengan ajaran Wahabi. Ajaran ini kemudian menjelma dibelakang nama salafush-shalih atau salafiah. Hingga kini warna perubahan itu masih kerap terlihat di Saudi Arabia dan Kuwait.

Perombakan sistemik pada wilayah lokal misalnya Ahmad Dahlan, dan Hasyim Asy’ari. Dua murid Nawawi al-Bantani ini, mengaplikasikan ilmu, dengan terjun ke masyarakat untuk melakukan perubahan struktur-sosial. Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah yang berorientasi pada memberdayakan pendidikan dalam dunia modern, termasuk gagasan “sopo tresno” yang kemudian berubah menjadi Yayasan Aisyiyah. Lalu Hasyim Asyhari melakukan terobosan dengan berkecimpung dalam dunia pendidikan tradisional pesantren yang kerap terlihat meski telah se-abad lamanya.


Selanjutnya, bagaimana nasib re-generasi berlanjut. Ada sejumlah nama Gusdur, Cak Nur, dan sejumlah nama keilmuan lain yang mulai bermunculan. Pada wilayah pola gerakan mahasiswa harus diakui Cak Nur ikut membesarkan nama HMI. Sementara perubahan yang signifikan bagi masyarakat kerap kali belum terlihat. Paramadina menjadi turut serta dalam upaya ‘pembenahan’ terhadap keilmuan studi Islam yang dirintis Cak Nur. Sementara itu “rasa puas” masyarakat masih belum terasa terlihat. Masyarakat dalam segala bidang sosial yang kompleks belum merasakan kontribusi keilmuan dari dua guru besar tadi. Sehingga sangatlah wajar jika Fakhri Aly pernah mengatakan kepada sahabatnya sendiri—Cak Nur—bahwa ia sangat jauh dari realitas sosial. Mungkin nada yang sama juga pernah dilontarkan Sukarno kepada Hatta dengan mengatakan ‘a textbook’ atau pengunyah buku semata. 

Jika sekilas menengok pada era kekinian, ada sejumlah nama yang turut membuka wacana perubahan. Garis pertama pada sejumlah nama seperti Ulil Abshar Abdalla, Masdhar F. Mas’udi, Musdah Mulya, Amin Abdullah, Komarudin Hidayat, Gusdur, Jalaludin Rahmat, dan lain-lain. Sementara garis kedua ada sejumlah nama Hartono Ahmad Jaiz, Habib Riziq Shihab, dan lain-lain yang seide dengan mereka. Untuk garis ketiga, ada nama Quraishy Shihab, Hidayat Nur Wahid, Didin Hafiduddin, Abdullah Gymnastiar, Amin Rais dan yang se-ide dengan mereka.

Garis-garis tersebut merupakan bentuk nyata andil para tokoh dalam mewarnai arti sebuah kata “perubahan” bagai corak keberagaman di tanah air. Mereka bergerak pada wilayah masing-masing. Ada wilayah struktural ORMAS, kalangan akademis, gender, hukum Islam, Studi Islam, dan lain-lain. Yang perlu dilihat sejauh ini kontribusi mereka tidak terlalu mengena pada masyarakat. Dapat dibandingkan dengan Ahmad Dahlan—Muhamadiyah, Hasyim Ashary—NU, dan Zarkasy—Gontor. Kebingungan sederhana inilah yang merumuskan sebuah pertanyaan, apakah corak keilmuan selain ketiga tokoh tadi belum mumpuni? Atau mengapa tidak ada ‘bukti khusus’ kalau masyarakat menerima hasil ijtihad---selain dari ketiga tokoh tadi—yang ditandai dengan tindakan aplikasi langsung dengan masyarakat?


Penutup 
Saya menyambut baik kehadiran buku Akhmad Mujahidin dan kawan-kawan. Antara lain terdapat dua garis besar perubahan dalam kontekstualisasi Hukum Islam. Pertama, kesadaran bahwa fiqih perlu sebuah perubahan dalam secara bertahap. Dan hal ini, tentunya tidak dapat langsung “disalin” dari konsep Barat seperti yang selamanya ini dilakukan para Sarjana Muslim pada umumnya. Kedua, perlunya pengkajian aspek sejarah dalam memahami perubahan Hukum Islam. Jika perlu, diberikan konsep khusus “secara utuh” bagaimana sebuah pendekatan sejarah menjadi sebuah metodologi Hukum Islam.  


Sekalipun penulis, memberikan beberapa kritik pada buku “kumpulan makalah” yang satu ini, yakni pada aspek kesejarahan dan konteks keindonesiaan sangat minim, namun buku yang disajikan telah memberi warna baru bagi gaung aktualisasi hukum Islam secara global.  Dengan harapan, akan terjadi sebuah dialektika bagaimana seharusnya format sebuah aktualisasi Hukum secara akurat.


Wallahu a’lam bi ash-Shawab.

Sabtu, Mei 14, 2011

Perbedaan di antara Sahabat Nabi Saw

“Mungkin sekali Muawiyah itu minum arak (saya hanya katakan mungkin, karena sepengetahuan saya, tidak ada referensi sejarah yang kuat, dan boleh jadi ada orang lain yang menelaah lebih dalam dan mendapatkan bukti-bukti yang lebih akurat).” Begitu kata-kata penulis situs konspirasi.com.

Astagfirullah…
Kata-kata tadi penulis konspirasi tadi hanya mengutip dari Murtadha Muthahari, atau dari pengelola? Jika memang dari pengelola, maka hendaknya perlu diluruskan. Sahabat-sahabat Nabi, siapa pun itu tidak boleh dicerca. Menghina, berpasangka buruk pada sahabat nabi, adalah suatu kesesatan.

Tidak ada satu pun seorang kiayi, yang mampu menandingi keimanan para wali. Tidak ada satu pun wali yang mampu menandingi iman para sahabat-sahabat nabi. Para sahabat Nabi bergelar dengan Radiayallahu Ahhum. Artinya mereka diridhoi Allah Swt. Dalam Surat al-Insan (8-10), perbuatan mereka diabadikan, dipuji karena kemurahan hati untuk memberi makan secara ikhlas. Sedangkan para ulama kekinian, tidak ada satu pun yang dipuji-puji keimanannya.

Amal-amal baik para sahabat, juga terlihat pada Surat al-Fath, ayat terakhir. Dikuatkan dengan wa alladziina maahu (orang yang bersamanya)—yang dimaksud adalah sahabat-sahabat Nabi pada waktu itu. Watak, tabiat, dan karakter umum mereka dikatakan Qur’an, “Mereka adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud.” Ketika ayat ini dijelaskan Imam Malik, maka ia berkata,” Barangsiapa yang menghina sahabat nabi, maka Ia kafir.” Kata-kata Imam Malik tadi, dikuatkan Ibnu Katsir dalam tafsirnya terkait surat Al-fath.

Bayangkan, bahkan Umar bi Khattab ra, telah terlihat bidadari-nya yang pemalu dan hitam manis, jawab Jibril ketika Nabi bertanya masalah bidadari unik dari yang lain, saat isra’ mi’raj. Bilal, suara terumpah (sejenis sandal) sudah terdengar di surga ketika ia belum meninggal, karena shalat tahiyat al-masjid. Maka, apakah ada ulama kekinian yang pernah mendapat jaminan masuk surga? Sekelas Abdul Qadir Jaelani pun tidak pernah ada yang menjamin ia masuk surga, terlebih soal jaminan bidadari.

Maka, alangkah perlu diluruskan seorang ulama, yang pernah mengatakan bahwa Aisyah r.ah, istri Rasulallah Saw, dengan melecehkan gelar menjadi al-himar (keledai). Padahal panggilan manja Rasul Saw kepada Aisyah r.ah adalah al-hamro (kemerah-merahan). Karena bencinya pada Aisyah r.ah sehingga ia tidak sadar telah membenci Rasulallah Saw, yang memilih perempuan itu tetap menjadi istri hingga wafat beliau.

Para sahabat merupakan saksi sejarah tegaknya Islam. Lewat pengorbanan mereka pada periode awal masuknya Islam, hingga kini masih dapat nikmat-nya mengenal hidayah, memeluk Islam. Mereka juga menyaksikan Qur’an turun secara berangsur-angsur. Mereka juga yang mengumpulkan Qur’an, hingga masih dapat terlihat mushaf-nya dibaca hingga sekarang. Apakah pantas, jika hanya tujuan politis saja nama seorang sahabat dinistakan? Apakah ia, lebih tinggi kemuliaan iman, ilmu, dan pengorbanan di jalan Allah, melebihi sahabat yang mereka hina, melebihi assabiquun al-awwalun yang mereka caci?

Menyikapi perbedaan di antara para sahabat, bukan berarti mereka patut dikafirkan satu dengan yang lain. Jangankan hanya seorang ulama, seorang sahabat Nabi, seorang Nabi Musa as saja pernah bersalah. Nabi Musa as pernah membunuh seorang yang ia benci. Nabi Adam sedih tidak bisa menolong salah seorang anaknya, Nabi Nuh juga sama, Nabi Ibrahim tidak bisa membantu ayahnya. Namun, ini bukan berarti mereka orang-orang buruk. Nabi-nabi tersebut telah mendapat wahyu, yang pastinya mereka dikatakan sebagai orang-orang soleh. Perbedaan pendapat di kalangan mereka, ketidakmampuan mereka menolong yang lain, adalah sifat manusiawi yang patut dimaklumi. Tentu, hal ini bukan berarti menjadikan “kultus individu” kepada seseorang. Tujuan dakwah Islam para Nabi-nabi terdahulu, untuk mengajak pada Allah, bukan untuk memuliakan diri sendiri untuk “dikultus,” keturunan, atau sekedar kelompok mereka saja.

Wallahu’a’lam bi ash-shawab

Rabu, Desember 08, 2010

Perempuan dan Cara Pandang HAM

Melihat cara pandang HAM. Seorang cendikiawan muda, pernah memberikan suatu argumen pada website-nya, tentang masalah etika dan moral. Katanya ada wilayah tertentu yang bisa menjadikan sebuah etika menjadi berlaku, dan ada wilayah tertentu yang tidak boleh diberlakukan. Dia memberikan gambaran pada suatu pagi, melihat beberapa orang wanita yang sedang asik jogging memakai pakaian yang serba “mini.” Dengan pakaian itu, para wanita itu tetap merasa terlindungi berfikir di tengah lapangan—Boston Public Area, meski busana yang dikenakan “hampir telanjang.”

Pemandangan ini tentu saja sangat timpang. Manakala dia membandingkan wanita Barat tersebut, jika ada di wilayah Timur. Barat, sudah sejak lama “menutupi” wilayah ini dengan HAM. Jika wilayah ini dipaksakan untuk etika, tentu saja terjadi konflik. Wanita, berpakaian seperti ini akan menimbulkan hasrat untuk kekerasan, sebut saja dapat dilecehkan. Lebih jelasnya memancing tindak perkosaan. Jika tidak saat kejadian itu, maka di lain waktu dia bisa saja akan menjadi target incaran. Intinya, jika wilayah etika tidak dapat dipaksakan dengan wilayah tertentu.

Katakanlah jika wanita-wanita jogging tadi di lapangan Boston mendapat pelecehan, apakah yang salah HAM, atau cara pandangan terhadap HAM? Saya memberikan contoh lain. Misalnya peralatan elektronik yang kita miliki, sebut saja radio. Setiap orang, termasuk Anda, juga pasti sepakat, bahwa membunyikan radio adalah hak pada wilayah privacy. Suara yang keluar dari radio yang kita miliki adalah kebebasan kita sendiri. Namun, bagaimana jadinya, jika kita terus menerus membunyikan radio—yang milik kita sepenuhnya—secara terus menerus atau disengaja, ditengah malam hari. Apakah salah, jika tetangga akan beramai-ramai mendatangi kita? Kira-kira dalam kasus ini, apakah tetangga yang salah—karena memasuki wilayah privacy, atau kita yang salah—karena mengganggu ketertiban umum?

Kita bicara soal etika dan moral. Karena bekerja pada wilayah ini, tidaklah mudah. Sebagian orang, termasuk Anda, bisa saja mengeyampingkan masalah ini. Terutama bagi mereka yang sepakat dengan Barat. Soal sex dan individualistik merupakan bentuk privacy. Mereka membuang habis masalah etika. Bagi mereka, ada wilayah etika tertentu yang tidak seharusnya tidak dicampuri. Sebut saja pada kasus seks dan perselingkuhan. Wilayah ini tidak menjadi hal yang mencolok, ketika para orang tua tidak dapat mengontrol anak-anaknya. Pendidikan Barat memberikan kebebasan penuh kepada anak, untuk menentukan sikap, untuk berbuat apa pun guna, jika anak tersebut sudah mencapai wilayah dewasa—mungkin dapat diukur dengan baligh.

Lalu yang menjadi pertanyaan, apakah kita juga dapat dikatakan menglanggar HAM, jika kita mengatur “dengan memaksa” anak-anak kita sampai pada usia tertentu, untuk memakai pakaian yang sopan? Cara ini dipandang sangat tidak realistis, jika di tinjau dari mata Barat. Karena setiap orang—atas nama apa pun, berhak melakukan penyimpangan-penyimpangan dengan lindungan HAM.

Yang menarik, jika ada wanita yang bugil—tapi waras—di tengah jalan, dengan maksud menarik perhatian, akan ditindak. Aparat akan menjatuhkan tuduhan, wanita bugil tersebut dengan pasal mengganggu ketertiban umum. Tapi jika memakai pakaian yang setengah telanjang, bagai mereka tidak memancing suatu konflik, akan dibiarkan saja. Atau contoh lain, ketika para artis Barat bugil, bahkan melakukan adegan sex dengan bukan pasangannya, tentu saja atas nama HAM, artis tersebut tidak dikenakan pasal pelanggaran. Bagai mereka, para artis ersebut telah dilindungi dengan pasal HAM, yang membolehkan adegan film seperti itu. Padahal film tersebut mungkin saja, akan ditonton seluruh pemirsa dunia. Pemirsa ini tentu saja, bisa jadi anak-anak.

Dari sini tampaknya jelas, bahwa Barat, juga masih kebingungan dalam menentukan batasan-batasan wilayah HAM. Mana yang yang termasuk wilayah HAM dan mana yang tidak. Mana wilayah etika dan moral menjadi kabur. Tapi yang paling jelas, jika wanita bugil dirumah sendiri, masih dapat dikatakan tidak melanggar HAM, tapi jika bugil ditengah lapangan akan dianggap melanggarnya. Saya pikir pada wilayah ini kita masih satu suara. Yang menjadi hal yang lucu, apabila standar etika dan moral Barat ini ditetapkan pada wilayah Timur. Atau sebaliknya, jika orang-orang memaksakan etika dan moral dengan standar.

Wallahu’a’lam bi ash-shawab 

Sulitnya Membuat Tema Film di Indonesia

Dapat dipahami, tidak mudah menentukan tema film yang bagus. Satu patokan tema yang telah berhasil, belum tentu berlanjut di masa mendatang. Tidak mesti sebuah alur bagus, setting yang menarik dan penjiwaan “sempurna” pada akting menjadi faktor penentu. Dukungan lain seperti teknik pengambilan gambar oleh cameraman dapat juga menentukan kualitas sebuah film.  “Syahadat Cinta,” misalnya, yang diangkat dari Habiburrahman kurang menggigit dengan setting yang terlalu sedikit.  Namun begitu, membuat film perlu dengan hati nurani, meski ada pertarungan sengit antara idealisme dan kemauan pasar.     

Tema unsur “porno.” Ada tanda petik khusus bagi kata “porno” dari penulis, karena unsur yang satu ini, masih terdapat perdebatan paradigma dalam memandang “film porno.” Bagi sebagian orang, memakai bikini merupakan hal biasa, tapi bagi yang lain dapat menjadi selera “murahan” jika produser dan sutradara hanya bergelut pada “seputar pusar.” Ambil contoh dua film “Air Terjun Pengantin” dan “Topeng Pengantin” yang memiliki bumbu cerita pada kedua hal tadi. Tamara dan kawan-kawan tidak mampu menarik perhatian penonton, ketika harus “bugil” di sebuah perahu dan pantai. Celakanya, hal yang sama juga terjadi pada film “Topeng Pengantin”—yang mengaburkan tema unsur balas dendam.   

Di negeri ini, etika dan norma masih jadi perdebatan serius. Undang- Undang pornografi dan porno aksi menjadi sukar dibatasi karena menyangkut banyak kepentingan dan keragaman budaya. Dari itu, para pembuat film hendaknya “lebih cerdas” melihat pada wilayah seks dan porno bukan pasar pendongkrak yang baik. Lalu pada tema-tema kekerasan fisik juga “terlalu basi” jika menyorot perkelahian semacam masal—tawuran.  Bukankah suguhan anak sekolah tawuran, supporter bola rusuh, mahasiswa saling lempar batu, dan anggota dewan yang saling adu jotos, sudah sering terlihat di berita, infotainment dan entertainment? 

Berlawanan dengan tema kekerasan, film “Laskar pelangi”, “Denias” dan “Alangkah Lucunya Negeriku,” memiliki kesamaan tema pendidikan. Sayangnya pada judul terakhir kurang naik rating, karena lemahnya struktur cerita.  Lalu mengapa film August Rush, Knight and Day, Pursuit Happiness, menjadi kesan tersendiri di hati penulis?        
 
Menarik, jika melihat dominasi dunia per-film-an di Indonesia, yang kini di angkat dari Novel. Sebut saja Laskar Pelangi dan Sang pemimpi, yang keduanya masing-masing karya penulis novel yang sama. Selain dua judul patut juga diambil pelajaran, film Ayat-Ayat Cinta dan KCB (Ketika Cinta Bertasbih) karangan Habiburrahman. Tema KCB sampai melangit dalam dunia film di Indonesia, dengan dukungan rating tinggi pada Novel yang menjadi best seller di negara tetangga, Malaysia. KCB dan Laskar Pelangi tidak menampilkan hal-hal kekerasan—perkelahian sengit—pada struktur cerita. Pada KCB memang digolongkan novel “religi.” Namun jika dilirik selera yang sama pada film Perempuan Berkalung Surban (PKS), konflik kekerasan fisik terlihat jelas. 

Telepas dari dua pengarang ini, dapat kita tarik beberapa hal yang menjadi “selera penonton” di Indonesia, meski segmen penonton beragam bagi tiap produser. Antara lain;

Tema Kekerasan. Bangsa ini terkenal dengan dunia ribut dan rusuh. Sejumlah film seperti “Serigala Terakhir” tidak mendapat rating yang cukup baik, manakala alur cerita yang runtut tapi banyak darah ber-ceceran dimana-mana. Barangkali film ini berusaha menampilkan kejayaan film “Mengejar Matahari” yang juga memiliki keseragaman tema, dengan bumbu persahabatan. Atau jika melihat ending cerita—pada Serigala Terakhir—yang mirip dengan film luar negeri “distrik 13?” tema-tema tersebut tidak sanggup menggerakkan “minat” penonton di tengah Indonesia yang penuh konflik horizontal pada sejumlah daerah di Indonesia. Adanya konflik merupakan “nyawa” dari sejumlah alur. Namun, jika konflik terlalu penuh darah—sebut saja dalam film horror, tidak juga menarik peminat di tanah air bagi remaja putri dan ibu rumah tangga. 

Film “Funk in Love,” merupakan model drama unik dengan sedikit bumbu komedi dan kekerasan yang inspired by true story. Sayangnya, ada kendala serius kala “bumbu kekerasan” terlalu bombastis. Kekerasan, memang bagian dari dunia kehidupan punk yang “keluar dari norma” masyarakat. Demikian karena, pada tersebut, berbicara soal pernikahan. Pada adegan kehilangan cincin, lalu adanya hajatan, indikasi dari habit masyarakat. Jujur, penulis sudah tentu salah jika melihat punk memilih jalur pernikahan sebagai upaya halal penyatuan dua hati. Bukan mendukung prostitusi, namun bagi penulis, Punk dalam film itu menjadi kehilangan indentitas. Jadi sebetulnya cara pandang penulis yang salah karena tidak memahami punk—karena bukan punk dalam dunia nyata,—atau memang pada film tersebut tidak berani “melawan arus”?

Tema Horor. Luar biasa bagi film Rumah Dara pada alur cerita, penokohan dan akting mereka. Penulis harus ekstra keras, kala melihat film ini. Bukannya “penakut,” bagi penulis perlu energi besar kala melihat film tersebut memiliki yang kadang “tersedot” pada lokasi. Penulis tergolong indigo-teleport, sehingga kadang “bisa pindah” ke lokasi tersebut, meski hanya menonton pada layar kaca. Alhamdulillah, sampai sekarang belum sempat pindah ke lokasi syuting Rumah Dara. 

Kita sudahi soal indigo. Tema film-film horor di Indonesia kadang hanya sebuah bungkusan “film porno.” Lihat misalnya film “Susut Pocong,” “Dendam Hantu Mupeng”, “Tali Pocong Perawan”, “Hantu Pucuk Datang Bulan”, dan “Diperkosa Setan”. Tidak keberatan kalau pendapat penulis mengatakan film tersebut “nggak laku?” Ada “bumbu porno” yang melewati kadar pada film-film tersebut. Akibatnya tema yang sesungguhnya jadi kabur. Kita bisa belajar dari film Rumah Dara, jika ingin membuat film dengan tema horror. Tapi, kok ada logo freemasonry yang sangat jelas dalam film tersebut. Ada siapa dibalik film tersebut?

Tema Drama. Pada film drama memang dapat terbagi menjadi; religi, komedi, keluarga, dan percintaan. Sempat penulis terheran, manakala tema-tema Habiburrahman selalu dibungkus dengan agama, cinta, dan keluarga. Pembaca juga berhak menilai tema-tema film-film Habiburrahman. Namun yang jelas, hingga kini trend untuk film drama mulai menggiat kembali. Film The Virgin, merupakan contoh drama keluarga yang menarik pada segmen remaja. Ada tema sejenis, seperti film ML (Making Love), lalu Buruan Cium Gue (BCG)—yang sempat kontroversi. Sayangnya, mengapa film ML tidak juga menarik, padahal dukungan alur cerita yang kokoh dan akting yang bagus jelas terlihat pada film tersebut? Hemat penulis, barangkali tema remaja dan seksualitas masih terlalu tabu di negeri ini. Tidak ubahnya dengan film BCG, pada film ML dikisahkan anak-anak kampus yang “doyan seks.” Di Barat, Film “sex and city” dan “Beverly Hill” mampu menyita hati penonton dengan kultur budaya mereka. So, di Indonesia belum tentu. 

Penulis mengakui—terutama  di Jogja—seks dan kampus sudah hampir basi. Terlalu banyak pasangan mahasiswa memilih “jalur bebas ikatan” dari pada pernikahan. Otak-otak pinter mereka terbius pernikahan merupakan akhir dari studi. Dengan pernikahan, studi menjadi selesai dengan derita, kandas di tengah jalan, dan beragam ketakutan lain dari orang tua. Yang menjadi pertanyaan, apakah free sex langkah yang baik untuk tetap melanjutkan studi?  Atau free sex jaminan perkawinan? Pada akhirnya, penulis menawarkan tema perkawinan/pernikahan saja, sebagai ide “agak beda” dari yang lain. Masih ingat dengan film Siti Nurbaya? Bagaimana tanggapan pembaca?

Rabu, Oktober 20, 2010

Cara Praktis Install Windows XP dari Flashdisk ( Metode WinSetupFromUSB)


Ada kalanya, sebuah notebook yang mengalami kerusakan pada CD/DVD-Room (optical drive), menjadi sukar untuk di install ulang. Bukan hanya notebook, hal yang sama juga terjadi pada netbook. Netbook secara fisik memang didesain seminimal mungkin, sehingga perangkat optic harus singkirkan. Untuk mengakali hal ini, ada alternative yang masih mungkin dapat dilakukan dengan mengunakan  alat optic eksternal (CD/DVD-Room external). Cara lainnya dengan menggunakan flashdisk minimal 2 GB untuk instalasi windows dari flash disk.

Pada pilihan yang pertama di atas, tentu saja pilihan booting pada bios, harus diubah terlebih dahulu menjadi Boot From USB CD/DVD Room. Sedangkan pada pilihan yang kedua, menjadi bahasan dalam tutorial berikut ini. 


Sebagai gambaran, persyaratan umum yang perlu dilakukan antara lain;
  1. Pastikan netbook/notebook sudah dilengkapi dengan Sata Driver. Pada model-model tertentu semisal CQ41-110Au (Compaq) sengaja tidak diberikan Sata Driver. Compaq pada seri ini, memang didesain untuk windows seven. Merek-merek tertentu semisal; Toshiba dan Asus juga demikian. Titik tekan dalam tutor kali ini, adalah perlunya dukungan SATA Driver bagi laptop. Lebih lengkapnya silahkan cari di Google sesuai type laptop dan jenis SATA Driver untuk dimodifikasi dengan Nlite.
  2. Siapkan software WinSetupFromUSB. Dalam tutor ini, penulis menggunakan versi 0.2.3. Software tersebut lebih praktis dari program yang lain-lain.  Dengan cara yang hampir mirip, misalnya peralatan; 1) PeToUSB --> untuk memformat flashdisk. 2) Bootsect--> untuk membuat boot from USB; 3  UsbPrep8 --> untuk menyalin Windows XP ke USB. Abaikan ketiga alat software tersebut. Dalam WinSetupFromUSB sudah digabungkan. Sehingga bagi yang tidak mengusai perintah DOS bagi pemula tidak repot untuk mengoperasikan software tersebut.
  3. Satu buah CD Windows XP Original.
  4. Perangkat optic (CD/DVD room). Dapat berupa internal, external atau hanya sebatas image yang Windows XP (*.iso, *.nrg, dan lain-lain).
  5. USB Flash disk minimal 2 GB, dengan daya baca cepat. Dalam percobaan, USB MP3 dan MP4 dengan ukuran apa pun selalu gagal, karena daya baca yang terlalu rendah. Bukan bermaksud promosi, merek USB flash seperti Kingstone dan Transend lebih optimal dan stabil. 
Langkah-langkah penginstalan; 
  1. Masukkkan USB Flashdisk (min. 2 GB). Lalu klik sofware WinSetupFromUSB. Setelah jendela ini muncul, kemudian pada [format USB disk], klik [RmPrepUSB].
  2. Setelah itu, terbuka jendela baru bernama [RmPrepUSB]. Kemudian pilih Pada [XP bootable (NTLDR)]
  3. Langkah berikutnya ubah nama menjadi "XP-ZAMAN" pada [Volume label], lalu klik [Prepare Drive]. Tunggu sampai selesai. Lalu masukkan kepingan CD/DVD Windows XP. Tutup jendela [RmPrepUSB] yang sudah selesai tadi.
  4. Pada jendela awal [WinSetupFromUSB] terdapat pilihan [windows 2000/XP/2003] klik [browse] untuk mencari sumber windows XP pada drive Anda. (Misalnya pada D: / 
  5. Langkah terakhir perhatikan tulisan [ready] pada bagian bawah jendela. Artinya proses transfer siap dilakukan. Jika demikian, silahkan klik tombol [Go]. Biarkan hingga selesai. Jika ada dialog klik saja [ok]. Biarkan dia tetap bekerja hingga selesai.
Akhirnya langkah pembuatan USB flash dengan boot Windows XP telah selesai. Kini tinggal memakainya. Silahkan masuk kedalam bios, lalu pilih boot awal USB Flashdisk/USB HDD. Setelah restart, kemudian muncul dialog [windows 2000/XP/2003 setup - first and second parts]. Jika muncul jendela ini, tidak perlu bingung tinggal tekan [enter] atau ketik huruf "b," sebagai tanda akan dilakukan "booting" Windows XP. Selesai.

Jika ternyata sudah terinstall windows sebelumnya, maka akan muncul 2 pilihan. Pertama [First part of Windows Professional XP setup] dan [Second part of Windows Professional XP setup].  Tidak perlu bingung lagi, pilih saja [First part of Windows Professional XP setup] yang ditandai dengan huruf berwarna kuning gading, dengan menggerakkan up-down (atas-bawah) pada keyboard. Lalu tekan [enter] atau [b]

Troubleshooting and Faq. Pertanyaan (question) yang biasa terjadi berikut jawaban (answer).

Q : Muncul pesan "USB Flashdisk read error?"
A : Artinya USB flash sudah mengalami kerusakan pada sector fisik. Silahkan ganti yang lain
Q : Muncul pesan "USB Flashdisk not enough space?"
A : USB flash tidak mencukupi kapasitas. Cari USB flash yang lebih besar.
Q : Muncul pesan "disk read error"?
A : Keping CD/DVD Windows error.
Q : Ketika boot dari USB muncul pesan "win32 dll error?"
A : Jadi ketika ada dua pilihan harus memilih [First part of Windows Professional XP setup]. Setelah itu tekan enter.
Q : Ketika boot selesai muncul layar error berwarna biru BSOD (blue screen of the dead)?
A : Artinya konflik hardware. Hal ini karena driver SATA pada laptop belum terpasang. Silahkan cari cara modif Windows XP dengan software Nlite. Kemungkinan lain, ada perangkat hardware yang berupa RAM atau Hardisk mengalami error. Dari itu, usahakan cabut kembali (ganti) perangkat yang baru dipasang.
Q : Muncul pesan-pesan error saat instalasi dilakukan?
A : Windows XP corrupt atau mengalami kerusakan. Buat kembali Windows XP
Q : USB tidak mau booting?
A : Dapat terjadi beberapa hal. 1) ada kerusakan pada CD Windows; 2) ada masalah pada daya baca flash; 3) Perangkat bios tidak mendukung boot from USB.

Cara yang sama juga dapat dilakukan untuk membuat windows 7 dan linux yang membutuhkan boot from USB. Terima kasih. Selamat mencoba. Kritik dan sarannya ditunggu.

Rabu, Agustus 18, 2010

Dikotomi Keilmuan Islam; Upaya Pengembalian Sebuah Ideologi

Judul Buku: Ideologi Pendidikan Islam; Pradigma Humanisme Teosentris  
Editor : Prof. Dr. Achmadi 
Penerbit : Pustaka Pelajar, Yogyakarta
Cetakan : Kedua, 2008
Tebal : 212 Halaman

Kolonialisme; Sebuah Pergeseran 

Dalam kajian sejarah, pendidikan Islam mengalami kemunduran kala peperangan demi peperangan berlangsung. Peperangan yang dimaksud, perang Salib yang berlangsung antara abad ke-10. Masa ini yang mengecohkan Turki untuk berkonsentrasi pada persenjataan (militer). Hingga akhirnya ia melupakan karakter observasi, sebagai bagian dari tradisi pendidikan Islam sebelumnya. Setelah abad ke-15, Islam  kemudian bergeser ke arah kolonialisme.   Satu demi satu negara-negara muslim jatuh ke tangan penjajah seperti; Indonesia, Mesir, Iraq, Syiria, Libya, Mali, Pantai Gading, al-Jaza’ir, Nigeria, Tunisia, Sudan, Gambia, Somalia, dan lain-lain. 


Akibat dari kolonialisme, Islam yang semula dibangun dengan tradisi teosentris semata, kemudian berubah ke arah kajian sufistik. Perlahan tradisi belajar Islam “secara tidak sengaja” dianggap sempurna dengan kajian tersebut. Hal ini dikuatkan dengan penutupan wilayah eksplorasi hukum, dengan masuknya Wahabi sebagai tradisi pengembalian nilai-nilai Islam klasik pada abad ke-17. Bersamaan dengan abad ini, pembaruan dilakukan syaikh Waliyullah di India.

Berangkat dari kajian ini, menghasilkan dua catatan secara khusus bagi negara-negara Islam terkait dengan sejarah pendidikan Islam. Pertama, taklid terhadap konsep sebagai jalan untuk mengisolasi pemikiran luar-dari penjajah. Kedua, sebaliknya adopsi-mentah peradaban penjajah. Ketiga, mengadopsi penjajahan lalu dikembalikan lagi kepada tradisi klasik. Hal ini dikarenakan secara umum, mental bangsa terjajah adalah bersinggungan dengan para penjajah. Contoh kecil misalnya dalam ranah hukum di Indonesia hingga kini masih amandemen dari warisan Belanda. Dengan begitu, corak umum pembaharuan yang dilakukan dengan interaksi dengan dunia luar, dunia bangsa-bangsa asing. 

Jika di bagi secara acak, era tahun-tahun masa perang dunia ke-II, terbagi kepada; Islam, Barat dan komunis. Barat “merayu” Islam dengan untuk memusuhi komunisme. Ideologi ini terlihat kerjasama yang baik Barat-Islam di Afghanistan. Setelah upaya ini dirasakan berhasil, Barat kemudian “mencari musuh baru.”


Tertuang dalam tesis Huntington, bahwa Barat dalam hal ini banyak “curiga” bahwa agama, tidak dapat menyelesaikan problem-problem kontemporer. Barat melepaskan wilayah sains dan agama, Barat di depan mata unggul hingga kini. Dikotomi ini kemudian juga diikuti negara-negara Islam. Satu sisi, ada beberapa orang yang belajar nasionalisme—misalnya Turki dan Indonesia—sebagai jalan terbaik memajukan bangsa. Lalu ada juga berusaha menunjukkan kembali nilai-nilai Pan-Arabisme, sebagai jalan menentang babak baru pergesekan Barat-Islam. Nilai ini yang selalu dianggap selaras dengan jejak perjuangan Islam atas nama Tuhan yang disebut dengan Jihad. 

Yang perlu dicermati, kesibukan pada wilayah jihad, terkadang melupakan pada sektor jihad lain, seperti pengembangan pendidikan Islam. Sebagai contoh upaya riset yang sejatinya sebagai konsep dari insan ulil albab, dengan nilai kritis-humanis. Pembenahan pada wilayah ini memunculkan dua garis besar para pengembang pendidikan Islam secara nyata. Satu sisi mempertahankan pola timur—hafalan, berhadapan langsung dengan sisi lain yang mementingkan wilayah riset—lompat pagar. Pada sisi pertama, sudah terwakili corak keilmuan tradisional pesantren sejak ratusan tahun silam. Perlu menjadi perhatian pada sisi lainnya, ideologi yang nyaris musnah tanpa bekas. Tarik-menarik konsep ini kemudian menjadikan pendidikan Islam  di Indonesia berwajah ganda.  Bahkan dapat “tanpa wajah” sama sekali dengan kelahiran dikotomi pendidikan Islam.      
       
Dikotomi di depan Mata 
Terlepas dari sejarah singkat demikian, akhirnya nilai-nilai inilah yang mewarnai pendidikan Islam di Indonesia. Satu sisi untuk mencerdaskan, sisi lain sebagai basis mengusir penjajah Belanda (perjuangan). Pola ini terlihat dari pendirian pesantren-pesantren di tanah air. Setelah masa proklamasi usai, pemerintah mulai melestarikan dua corak pendidikan sekaligus. Pendidikan umum, warisan Belanda, dan pendidikan Islam berbasis madrasah Aliyah. Lantas seiring pertumbuhan orde baru, madrasah Aliyah mulai bergeser. Dari pola pendidikan corak ini seperti ini kesulitan untuk menjawab dua hal pokok bagi lulusan-nya. Pertama pendidikan setelah kuliah, kedua lapangan kerja. Hal inilah yang membuat dunia pendidikan Islam menjadi kian terasing. Ada semacam unsur “keterpaksaan” jika harus mengambil sekolah-sekolah agama. Pada akhirnya, pola ini membangun suatu kerangka transplantasi. Pola kurikulum SMU dicangkokkan pada sekolah-sekolah MAN. Dengan harapan, masih adanya unsur kesinambungan dalam studi. Baik menempuh perguruan tinggi umum, maupun perguruan tinggi Agama Islam. 

Dari kesejajaran ini, ternyata ada unsur pendidikan lain yang terlewatkan, yakni SMK. SMK lahir sebagai penengah antara keduanya, yang secara khusus di-oreintasikan untuk menjawab kebutuhan negara berkembang, yakni industri. Industri di tanah air menyerap berbagai sektor bidang seperti STM, SMEA, SMKK, dan SMIP. 

Jika dicermati, pola bangunan pendidikan di Indonesia sudah bersaing mengejar industrialisasi. Basis inilah yang terlupakan, bahwa di negeri ini juga dikenal sebagai negara agraris dan negara maritim. Lebih lanjut, ternyata pola bangunan pendidikan seperti ini tampaknya membawa Indonesia hanya pada dunia sains-modern. Nilai-nilai humanisme-teosentris pada wilayah ini yang melepaskan peran-peran agama. Di sekolah menengah—selain MAN—porsi pendidikan agama hanya melingkupi 2 jam saja. Sementara pendidikan-pendidikan normatif seperti, pendidikan kewarganegaraan tidak aplikatif. Mereka hanya bisa menghafal barisan nilai-nilai dasar negara. Wilayah ini akan lupa—bahkan hilang sama sekali, jika sekolah tamat. Pada intinya, akibat kolonialisme memunculkan suatu dikotomi nyata—dalam pendidikan Islam—yang melunturkan ideologi.   


Ideologi Pendidikan Islam; Identitas yang Terlupakan
Sejak lama para sarjana Muslim bersikeras untuk membentuk ritme kedua bagi corak pendidikan Islam. Pada ritme pertama gagasan pendirian madrasah sebagai skenario ganda, melawan penjajahan sekaligus mencerdaskan ummat. Setelah penjajahan usai, ritme kedua inilah yang perlu ditekankan. Penyesuaian terhadap tuntutan pendidikan modern, terkadang mengabaikan wilayah etika dan estetika. Gejala ini dapat dilihat dari memudarnya—bahkan hilang sama sekali pada ranah metodologi. Pada akhirnya penyelenggaraan pendidikan Islam merambah pada kehilangan ideologi.

Atas dasar inilah Ahmadi, mencoba memberikan garis ulang terhadap sebuah serbuan ideologi kontemporer yang melingkupi; pluralisme, post modern dan feminisme. Ahmadi tidak serta merta memposisikan “serbuan” tersebut—sebagai implikasi dari kolonialisme—menjadi rivalitas konsepnya. Apa yang ditawarkan hanyalah sebatas ‘alternatif.’ Sebagai misal pada bahasan “kualitas manusia menurut al-Qur’an.” Pada bagian ini, memang terjadi warna yang berbeda dengan pembanding yang pertama. Antara lain menurutnya; Jasmani yang sehat, kualitas Iman, amal shaleh, takwa, ulul albab, dan andil dalam amar ma’ruf-nahi munkar. Hemat penulis hal-hal inilah kadang yang sukar dicermati ketika sebuah pendidikan Islam harus mengalami penyesuaian. 

Meski begitu, apa yang tertulis dalam buku Achmadi, hanyalah tampilan “tawaran.” Perlu dilakukan hal-hal yang lebih rinci bagaimana bentuk sebuah ideologi pendidikan dapat selaras dari masa prophetic hingga kini berjalan secara harmonis, berikut contoh nyata yang dapat dilakukan bagi para pemerhati kajian pendidikan Islam.


Wallahu a’lam bi ash-Shawab.

Jumat, September 11, 2009

Maestro Ulama Nusantara

Judul : Sayyid Ulama Hijaz, Biografi Syaikh Nawawi Al-Bantani
Penulis : Samsul Munir Amin
Penerbit : Yogyakarta, Pustaka Pesantren (Kelompok Penerbit LKiS)
Cetakan : Pertama, 2009 Tebal : xiv, ±128 halaman

Kalangan santri dari pondok pesantren, kadang terlupa dengan muallif (nama pengarang) kitab. Padahal kitab yang mereka baca, menjadi semacam rujukan. Terlebih Sebagian umat Islam. Ada beberapa tokoh ulama Timur, yang terkadang hanya diingat seputar ide pemikiran, fatwa dan sebatas karya. Nama besar mereka, semakin hari seakan tenggelam dengan tren pemikiran ulama Barat.



Sebut saja dalam menuntut ilmu. Ada istilah 6 kaidah, yang menjadi syarat bagi penutut ilmu. Antara lain; cerdas, kesungguhan, biaya, lingkungan, bimbingan guru dan lamanya waktu. Kaidah ini hampir semua kalangan santri mampu menghapalnya. Akan tetapi, jika pengarang dan sumber dipertanyakan, maka hampir semua juga menjawab “lupa”. Ternyata istilah ini bersumber dari dalam kitab at-Ta’lim wa Ta’allim. Nama pengarang kitab tersebut adalah Syaikh Nawawi al-Bantani al-Tanara. Asalnya dari Banten, Indonesia. Atau yang lebih populer dengan sebutan Syaikh Nawawi saja. Yang lebih mengejutkan, ternyata kaidah yang dimaksud, bukan dari pengarang. Tapi muncul dari sahabat Nabi Ali bin Abi Thalib. Karena kutipan kaidah tersebut, hanya terletak pada bagian catatan pinggir kitab.

Syaikh Nawawi hidup pada era pertengahan kolonial Belanda. Tidak perlu jauh jika ingin mengingatnya. Ada sejumlah ulama besar, seperi Kiayi Kholil dari Bangkalan (Madura) dan Hasyim Asyhari (penggagas NU). Terkadang mata Hasyim Asyhari hingga terlihat berkaca-kaca, saat mengenang kisah perjalanan Syaikh Nawawi. Begitu pula Kiyai Kholil. Kedua tokoh yang telah disebut, ternyata mantan muridnya.

Karya besar Syaikh Nawawi banyak diterbitkan di Arab Saudi. Sebagian lain di terbitkan oleh Darul-Haq, Beirut, Ibukota negara Lebanon. Mungkin saja hal inilah yang menyebab umat Islam di Indonesia—khususnya para santri—yang menganggap Syaikh Nawawi, juga berasal dari kedua negeri tersebut. Terlebih ada seorang ahli hadis yang memiliki nama yang sama, yaitu Imam Nawawi. Tapi bukan berasal dari Indonesia.

Dari itu, buku yang ditulis oleh Samsul Munir Amin adalah semacam romantisme-konstruktif, untuk mengingatkan para pembaca, bahwa pernah seorang maestro ulama Timur, yang terlahir dari bangsa kita. Oleh karena itu, setelah membaca buku, hendaknya sepak terjang Syaikh Nawawi dapat ditiru. Kontribusi keilmuannya sangat besar di negeri ini. Tulang dapat saja hancur terkubur dimakan usia. Tapi nama dari sebuah karya, tidak akan pernah lekang dari peradaban.

Hancurkan Spyware 2010

Spyware yang dikenal sebagai program mata-mata. Code program jahat ini berfungsi memata-matai aktifitas korban yang terhubung dengan internet. Laboratorium kami sempat kewalahan menangani kasus ini.

Awalnya program ini muncul lewat email. Isinya sedikit "menggoda". Tapi lama-lama membuat jengkel. Komputer kita, muncul menu "peringatan", berupa tawaran untuk men-download software tertentu. Alasannya perangkat telah terserang spyware.

Entah benarkah pihak PC Antispyware 2010, yang melakukannya. Padahal dari namanya saja kita bisa tahu, kalau nama ini cenderung sebagai pemusnah spyware, bukan sebaliknya. Yang paling jelas, ada spyware yang bernama PC Anti Spyware 2010 yang kerap muncul dan suka mengeluarkan bunyi-bunyi aneh. Letaknya notification tepat pada taskbar dekat jam sebelah pojok kiri bawah. Kalau di-klik, dia langsung meminta koneksi internet yang terhubung dengan pesan Download Anti Spyware 2010. Biasanya ini berlangsung terus-menerus. Bikin bete banget kan... Lihat gejalanya pada gambar berikut dalam posting ini.

Untuk menangani spyware semacam ini, perlu sedikit software yang "agak ampuh". Beberapa produsen software ternama antivirus tidak mampu membasmi spyware jenis ini. Terlebih anti virus buatan lokal. Hampir tidak satupun terdeteksi. Akhrinya bukan anti virus lagi yang cocok jadi andalan, Tapi Anti-Spyware yang paling tepat.

Percobaan demi percobaan Anti-Spyware, akhirnya sampai pada SpyWare Doctor yang nyata dapat menuntaskan. Selain medeteksi spyware lain, target operasi utama, yakni spyware yang telah disebut musnah sampai ke akar-akarnya. Yang paling menarik, komputer yang telah dinyatakan "agak bersih" dari virus juga terdapat banyak spyware-nya.

Jadi sangat jelas, kalau virus dengan spyware sangatlah berbeda. Spyware lebih kepada pencurian informasi dan data dari komputer. Efek kerusakannya lebih ringan dari virus. Yang jelas kinerjanya menggangu koneksi internet. Terlebih koneksi internet yang tidak memakai pertahanan semacam firewall. Jika dilacak menuju alamat IP address tertentu untuk "melaporkan hasil" kepada pembuatnya.

Silahkan dapatkan software pembasmi fullversion. Sebab, spyware gratisan (free version), kadang kurang ampuh. Apalagi kalau cuma percobaan (trial), kinerjanya hanya mendeteksi. Tidak mampu menghapus yang sudah dicurigai. Sayang banget kan...

Selain mengucapkan terimakasih, saya berharap kamu mau mencoba. Barangkali spyware sudah bersarang di komputermu. Siapa yang tahu kamu sudah termasuk korban. Jangan kira varian virus yang satu ini tidak bersarang saat kamu terhubung dengan koneksi internet. Bukankah mencegah lebih baik dari mengobati?

Sabtu, Agustus 29, 2009

Software Modeling: Google Sketchup Pro 8

Google Sketchup Pro 8 lebih dari sekedar 3D modeling software. Ini karena fitur dalam software yang menyediakan konten lebih komplit. Seperti ragam dimensi ukuran, detail warna hampir dapat terealisasi. 

Selama ini untuk urusan dimensi, AutoCad sudah bertengger di papan atas. Apalagi AotuCad 2010 sudah tiba. Hampir semua arsitek mampu mengoperasikannya. Akan tetapi dalam pewarnaan dan pengoperasian, masih terasa rumit.

Berbeda dengan Google SketchUp. Dalam pewarnaan, kesulitan designer untuk menentukan warna asli atau warna terdekat dengan model dapat diatasi dengan mudah. Caranya dengan memilih gambar texture model, yang diambil dari photo, atau hasil scan gambar. Sehingga warna yang asli lebih realistik. Sebut saja kesulitan dalam hal ini, terkait soal tekstur serat kayu (alur minyak kayu). Google SketchUp sudah menyediakan motif tekstur warna kayu, meski jumlahnya sedikit. Selain kayu, ada tekstur lantai, air, transparant, metal dan lain-lain.


Selain warna, Google Sketchup juga simple. Bagi para designer yang sudah terbiasa dengan Adobe PhotoShop dan CorelDraw, software hampir mirip dalam pengoperasian. Yang paling penting, tidak terlalu memangkas ram komputer. Meskipun pihak pembuat, menyarankan untuk penggunaan 2 GB keatas, namun penulis tidak merasa kesulitan dengan memory komputer berkapasitas 1 GB.

Penulis terobsesi, manakala hasil design modeling yang dapat di-upload dalam Google 3D Warehouse. Apalagi di tempat yang sama, ada designer hebat yang penulis temui karyanya termasuk dalam 147 idola, berasal dari negeri kita sendiri. Nama nicknya Siswantono. Dia meluapkan kecintaan terhadap negeri, dengan menggambar Candi Borobudur di Magelang versi 3D.




Gambar Candi Borobudur ala Siswantono dengan SketchUP.


Google Sketchup yang didapat dari Google, tampil dalam vesri percobaan (trial). Versi ini hanya berisi pengguaan dengan warna yang sangat sedikit. Namun jika kamu sudah membelinya, maka mendapatkan nilai lebih. Salah satunya dilengkapi dengan versi lain seperti layout dan StyleBuilder. Google Sketchup 8 Pro (3 In One Pack). Antara lain:

SketchUp Pro
Do more with your models


LayOut
Create flexible 2D documents and presentations.


Style Builder
Create custom, sketchy-edge display Styles for SketchUp.


Berdasarkan beberapa kali percobaan, sofware yang satu ini mesti di-install secara online. Jika tidak, ada beberapa fitur yang kurang. Bahkan dapat menemui kegagalan. Dalam proses otentifikasi, SketchUp menerapkan username, lalu serial number, dan nomor otentifikasi. Apalagi pada pengoperasian awal meski memasukkan company kamu. Jadi, software ini sulit beroperasi jika hanya memiliki serial number saja. Tapi pembaca mohon agar tidak berharap, kalau penulis meletakkan serial numbernya dalam blog ini. Saya (pengembang blog ini) keranjingan dengan software 3D yang satu ini.. Hampir 2 minggu lebih saya tidak tidur malam. karena terlena dengan software ini. Bagaimana dengan kamu. Berani mencoba?

Silahkan Download Google Sketchup 8 + Crack

Link Exchange

Tukeran Link?

Send email to zaman_suka [at] yahoo.com. Format : Judul Web [spasi] Nama Web [spasi] nama Url.